Keynote Speech IFSR 2019 Dr. Hassan Wirajuda

Risalah Hari 1 – International Forum on Spice Route (IFSR) – 19 Maret 2019

Keynote Speech: Dr. Hassan Wirajuda

Indonesia merupakan makro-kosmos dunia karena posisinya secara geo-politik dan geo-ekonominya sangat strategis. Pada masa sejarah, Sriwijaya menjadi titik atau pusat perdagangan penting jalur rempah yg menghubungkan Samudera Hindia dan Pasifik. Rempah dari Nusantara merupakan komoditas perdagangan atau pertukaran yang berharga. Jalur rempah juga kemudian menggambarkan pentingnya keragaman Nusantara. Selain itu, perdagangan di jalur rempah bukan hanya melakukan pertukaran barang, tapi juga sebagai peralihan peradaban, yaitu dengan bertemunya pedagang atau pelayar dari Asia Timur, Cina, Arab, dan Eropa. Jalur rempah merupakan jalur perdagangan yang damai, tetapi setelah kedatangan orang-orang Eropa pada abad ke-18 dan 19 malah membawa malapetaka, terutama Belanda yang memonopoli perdagangan dan menjajah orang Indonesia. Tradisi nenek moyang untuk berbagi memudar. Sejarah kemaritiman menjadi akrab atas persaingan dan pertikaian. Seiring dengan kemajuan teknologi, rempah mulai kehilangan nilainya sebagai komoditas yang berharga. Dari masa lalu kita harus membicarakan visi Indonesia untuk masa mendatang dan bagaimana memaksimalkan keuntungan bagi pembangunan infrastruktur maritime. Jalur sutra atau jalur rempah sekarang konteksnya sudah berbeda dengan masa lalu, praktik perdagangan sudah bisa dilakukan melalui transportasi darat maupun udara. Penting untuk memikirkan bagaimana perdagangan melalui jalur maritim bisa berkompetisi dengan perdagangan darat dan udara. Pemahaman atas jalur rempah dan sejarahnya menjadi sangat penting untuk mengembangkan kebudayaan maritim Indonesia.

Close Menu