Nusantara as Global Meeting Point, 1500-1650

Risalah Hari 1 – International Forum on Spice Route (IFSR) – 19 Maret 2019

Kuliah Umum: Prof. Anthony Reid

Pertanyaan besar yang disampaikan oleh Anthony Reid ialah mengapa Indonesia tidak melanjutkan pluralisme, kemaritiman, dan keterbukaannya dengan dunia. Indonesia sepertinya tidak terlalu antusias dengan takdirnya sebagai negara maritim atau keturunan dari pelaut. Padahal Nusantara dengan jalur rempah atau perdagangan maritimnya, berperan penting sebagai tempat pertemuan dan terkoneksinya masyarakat global. Pusat pertemuan global di Nusantara juga terlihat dari berkembangnya pengetahuan wawasan dan dunia yang lebih luas, mulai dari ajaran Buddha, Kristen, dan Islam, budaya Cina, Arab, dan Eropa yang nanti pada akhirnya akan mempengaruhi juga keragaman dalam pembentukan kelompok masyarakat di Nusantara. Anthony Reid juga mengajak kita untuk berefleksi dari ketegangan atau pertentangan antara sejarah Nusantara yang sangat global dan kosmopolit dengan keadaan masyarakat Indonesia saat ini yang nasionalis, koheren, dan setia dengan bangsanya.

Close Menu