Social Formation (2)

Risalah Hari 1 – International Forum on Spice Route (IFSR) – 19 Maret 2019

Pembicara: Ian Burnet, B.Sc. (Australia)  |  Dr. Daud Aris Tanudirdjo (Indonesia)   |  Moderator: Hatib Abdul Kadir, Ph.D.

Di tengah upaya presiden Jokowi membangkitkan kembali sejarah maritim Indonesia, dalam pandangan Ian Burnett, Indonesia pada dasarnya selalu merupakan negara maritim. Ian Burnett merujuk pada pesebaran bangsa Austronesia dan keturunannya yang kini mendiami bangsa Filipino, Melayu, Indonesia, Mikronesia, Polinesia, Maori hingga Malagasi. Sejarah Indonesia sebagai bangsa maritim pun terus bergulir, terutama ketika bangsa India mulai mengunjungi Indonesia untuk mencari rempah. Buktinya terlihat pada Gambar relief di candi Borobudur yang mengarah ke daratan atau pemukiman menunjukkan bahwa sejak dulu bangsa Indonesia sudah melakukan pelayaran. Perjalanan sejarah terus terjadi sampai kedatangan bangsa Eropa, bermula dari Portugis dan Spanyol, hingga pada akhirnya bangsa Belanda yang memaksa perdagangan monopoli bagi komoditas rempah.

Pandangan selaras dikemukakan pula oleh Daud Aris Tanudirjo. Menurutnya, jaringan pertukaran antar pulau sudah terjadi sejak 40 ribu tahun yang terpicu oleh migrasi penutur Austronesia. Buktinya, banyak ditemukan kemiripan teknologi kelautan yang secara linguistik berasal dari Filipina dan Indonesia bagian utara. Penutur Austronesia kemudian membentuk jejaring pertukaran jarak jauh (misalnya bulu burung, rempah-rempah, dan kayu harum). Bukti-bukti arkeologis di Afrika juga menunjukkan pertukaran jarak jauh. Peradaban kepulauan ini ditandai dengan kesadaran akan keseimbangan daratan dengan lautan à tanah air sebagai sebuah entitas yang tunggal. Selalu memelihara harmoni manusia, tuhan, dan alam. Sikap apa yang harus dilakukan? Multikultural, toleran, inklusif tapi memiliki kecerdasan setempat (local genius). Pola jejaring dendritic di sepanjang jalur rempah yang awalnya untuk menjamin ketersediaan barang dan jasa dengan melibatkan banyak pihak, menumbuhkan watak partisipatoris. Jiwa merdeka (tidak mudah dijajah) dan kosmopolitan (melihat keluar) terbentuk karena pengalaman menjelajah luas dan pertemuan dengan berbagai bangsa.

Close Menu