Loading...

“Merayakan Keberagaman dan Pemahaman Antarbudaya melalui ‘Jalur Rempah’ sebagai Salah Satu Warisan Bersama Milik Dunia”

Jalur Rempah adalah jejaring maritim yang menghubungkan Timur dan Barat, terbentang sepanjang 15.000 km dari pantai barat Jepang, kepulauan Indonesia, India, Timur Tengah hingga Mediterania. Sebagai komoditas, rempah-rempah memainkan peran yang unik. Rempah-rempah merupakan produk alam yang melebihi fungsi alamiahnya, mempengaruhi pola hidup dan pengetahuan masyarakat lintas budaya dan bangsa. Perdagangan dan pertukaran melalui laut kemudian mempercepat perkembangan budaya dan peradaban dunia. Lebih dari sekedar koridor perdagangan, Jalur Rempah telah menjadi warisan tempat berlangsungnya apresiasi terhadap keragaman dan akulturasi. Setiap pelabuhan dan kota dalam koridor Jalur Rempah selalu menjadi tempat bertumbuhnya budaya dan ide dari berbagai negara. Setiap unsur budaya yang mengalir dalam koridor Jalur Rempah ini tidak menggantikan unsur budaya lainnya, melainkan alih-alih mewariskan pola budaya yang eksklusif, kesatuan budaya yang kaya diwariskan kepada generasi berikutnya – kekayaan budaya yang inklusif dan merupakan warisan milik bersama, karena otentisitas satu budaya tidak tercipta tanpa integrasi dengan budaya lain.

Di antara berbagai capaian peradaban manusia: dari perkembangan teknologi pangan (pertanian, hortikultura, peternakan), domestikasi hewan, pengetahuan manusia dan lain-lain; rempah-rempah dan praktik perdagangan seringkali tidak disadari berkontribusi dalam pengembangan budaya tak berwujud dalam bentuk keragaman dan integrasi/akulturasi melalui interkonektivitas. Kontribusi Jalur Rempah memberi kita momentum bagi peradaban masa kini, untuk bercermin pada masalah budaya tak berwujud yang terkait dengan keragaman dan akulturasi antar bangsa. Sejarah telah mencatat bahwa pencapaian peradaban manusia tidak terlepas dari kerjasama internasional. Melalui Jalur Rempah, kita kembali dapat merefleksikan kembali kesamaan nilai-nilai yang universal antar bangsa.

“Merayakan Keberagaman dan Pemahaman Antarbudaya melalui ‘Jalur Rempah’ sebagai Salah Satu Warisan Bersama Milik Dunia”

Jalur Rempah adalah jejaring maritim yang menghubungkan Timur dan Barat, terbentang sepanjang 15.000 km dari pantai barat Jepang, kepulauan Indonesia, India, Timur Tengah hingga Mediterania. Sebagai komoditas, rempah-rempah memainkan peran yang unik. Rempah-rempah merupakan produk alam yang melebihi fungsi alamiahnya, mempengaruhi pola hidup dan pengetahuan masyarakat lintas budaya dan bangsa. Perdagangan dan pertukaran melalui laut kemudian mempercepat perkembangan budaya dan peradaban dunia. Lebih dari sekedar koridor perdagangan, Jalur Rempah telah menjadi warisan tempat berlangsungnya apresiasi terhadap keragaman dan akulturasi. Setiap pelabuhan dan kota dalam koridor Jalur Rempah selalu menjadi tempat bertumbuhnya budaya dan ide dari berbagai negara. Setiap unsur budaya yang mengalir dalam koridor Jalur Rempah ini tidak menggantikan unsur budaya lainnya, melainkan alih-alih mewariskan pola budaya yang eksklusif, kesatuan budaya yang kaya diwariskan kepada generasi berikutnya – kekayaan budaya yang inklusif dan merupakan warisan milik bersama, karena otentisitas satu budaya tidak tercipta tanpa integrasi dengan budaya lain.

Di antara berbagai capaian peradaban manusia: dari perkembangan teknologi pangan (pertanian, hortikultura, peternakan), domestikasi hewan, pengetahuan manusia dan lain-lain; rempah-rempah dan praktik perdagangan seringkali tidak disadari berkontribusi dalam pengembangan budaya tak berwujud dalam bentuk keragaman dan integrasi/akulturasi melalui interkonektivitas. Kontribusi Jalur Rempah memberi kita momentum bagi peradaban masa kini, untuk bercermin pada masalah budaya tak berwujud yang terkait dengan keragaman dan akulturasi antar bangsa. Sejarah telah mencatat bahwa pencapaian peradaban manusia tidak terlepas dari kerjasama internasional. Melalui Jalur Rempah, kita kembali dapat merefleksikan kembali kesamaan nilai-nilai yang universal antar bangsa.

Tentang Program

International Forum on Spice Route (IFSR) merupakan sebuah forum tahunan yang membuka peluang dialog lintas batas dan lintas budaya dalam meninjau kembali jejak kemaritiman berbasis Jalur Rempah yang menjadi pusaka alam dan pusaka budaya warisan bersama dalam lingkup regional.

Tujuan

  • Mempererat persahabatan dan kerjasama antara Indonesia dengan negara-negara lain yang memiliki kesamaan warisan.
  • Menyediakan platform untuk pertukaran pengetahuan dan pemahaman antar budaya melalui program kerjasama berskala internasional.

Program

Kuliah umum, diskusi panel,sesi berbagi, dan kegiatan komunitas.

Partisipan

  • Lembaga Pemerintahan
  • Organisasi non-pemerintah
  • Perwakilan Organisasi/Lembaga Internasional
  • Akademisi, peneliti, pendidik, pemerhati, siswa
  • Media
  • Publik / komunitas