Suatu hari, Haji Agus Salim mendapat tugas dari Presiden Soekarno bersama dengan Sri Paku Alam dan Duta Besar Republik Indonesia di Inggris mewakili presiden menghadiri upacara penobatan Ratu Elizabeth. Kejadian ini tercatat pada 3 Juni 1953. Dalam upacara penobatan ini, Haji Agus Salim menghisap rokok, yaitu rokok kretek seperti tamu agung lainnya.

Haji Agus Salim kemudian berhadapan dengan Pangeran Philip (Duke of Edinburgh, suami Ratu Elizabeth). Sang pangeran mencium aroma yang kurang sedap. Pangeran pun bertanya kepada hadirin mengenai asal bau tersebut.

Dengan berani, Haji Agus Salim menjawab, "Yang Mulia, bau yang tidak sedap itu berasal dari rokok kretek saya yang terbuat dari tembakau dan cengkeh. Boleh saja Yang Mulia tidak menyukainya, namun bau inilah yang menarik minat pelaut-pelaut Eropa datang ke negeri kami tiga abad yang Ialu." Jawaban ini menyebabkan Yang Mulia tidak dapat berkutik lagi.

Semasa hidupnya, Haji Agus Salim memang dikenal sebagai diplomat 'nyentrik. Pemikiran dan ilmu yang dimiliki menyebabkan ia yang pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri ini termashyur tidak hanya di dalam negeri, melainkan juga luar negeri. Haji Agus Salim tetap menunjukkan sikapnya sebagai putra pertiwi yang tidak goyah pendiriannya demi membela nusa dan bangsa.

Sumber:

Mukayat. (1985), Haji Agus Salim: Karya dan Pengabdiannya. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional