Kisah petualangan Awang (Enrique de Malacca) bermula dari pekerjaannya di kapal pengangkut rempah di Maluku. Ketika ia berusia 10 tahun, ia memulai perjalanannya menyusuri berbagai kota pelabuhan di Nusantara.

Pertemuannya dengan Magellan bermula ketika ia merantau ke Malaka. Kala itu, Malaka direbut oleh Portugis di bawah pemerintahan Alfonso d'Albuquerque pada tahun 1511. Magellan sendiri merupakan anak buah dari Alfonso. Waktu itu, Malaka berstatus sebagai kota pelabuhan penting karena merupakan jalur dagang antara Nusantara dengan Cina & India. Awang kemudian dibawa ke Portugis oleh Magellan.

Singkat cerita, Magellan membelot ke Spanyol dan memulai ekspedisi ke Maluku menggunakan rute Barat pada tahun 1519. Dari seluruh awak kapal yang dibawa Magellan, hanya Awang yang dapat berbahasa Melayu. Harapannya, pintu dialog dapat terbuka dengan mudah. Ditambah, ia pun juga mengenal rute Hindia, serta memahami budaya dan adat istiadatnya.

Perjalanan mengelilingi bumi 360" sebenarnya sudah berhasil dilakukan Enrique ketika mendarat di Cebu, Filipina. Perjalanannya terhenti di Mactan, ketika ia dan Magellan diracun di sana. Perjalanan menuju Maluku dilanjutkan oleh Elcano beserta dengan awak kapal yang masih selamat.

Pada akhirnya, nama Awang kurang terkenal, bahkan terkesan ditutup-tutupi. Magellan tetap diberikan gelar sebagai penjelajah sirkumnavigasi oleh Spanyol, meskipun sebenarnya ia tidak tuntas kembali ke wilayah asalnya. Awang-lah yang justru menjadi catatan yang lebih penting karena ia merupakan penjelajah Nusantara yang sesungguhnya berlayar melintasi berbagai belahan dunia.

Foto: enriquedemalacca.com

Sumber: GNFI. (2018). Benarkah Penjelajah Pertama Dunia adalah Putra Maluku

Indonesia.go.id. (2019). Pengeliling Bumi Pertama adalah Orang Indonesia

#negerirempah #jalurrempah #rempahrempahnusantara #spicerouteid #spiceroute #awang #enriquedemalacca #enrique