Rumphius merupakan botanis asal Jerman yang bekerja di bawah VOC. Ia mengabadikan hidupnya mendokumentasikan berbagai spesies tumbuhan dan hewan di Ambon sejak 1627. Meski menderita glaukoma, ia tetap semangat dalam menulis dan berkarya.

Hasil penelitiannya selama di Ambon dibukukan dalam karya monumentalnya, Herbarium Amboinense pada 1750, 40 tahun setelah ia meninggal. Buku ini berisikan lebih dari 1.700 spesies beserta 1.060 ilustrasi. Karya fenomenal Rumphius lainnya berjudul D'Amboinsche Rariteitkamer, mencantumkan informasi mengenai alat dari jaman prasejarah.

Rumphius tidak hanya dikenal sebagai naturalis, namun juga ialah ilmuwan Eropa pertama yang menaruh perhatian terhadap era prasejarah Indonesia. Namanya juga diabadikan sebagai epitet berbagai tanaman di Ambon. Maka, tak heran bila ia dikenal sebagai naturalis sekaligus homo-universalis.ㆍ

Foto: Wikimedia Commons

Sumber: Jarvis, C.E. (2019). Georg Rumphius' Herbarium Amboinense (1741-1750) as a Source of Information on Indonesian Plants for Carl Linnaeus (1707-1788)

#berjasa #berjasabagiindonesia #negerirempah #jalurrempah #rempahrempah #rempahnusantara #spicerouteid #spiceroute #georgeberhardrumphius #rumphius #rumpf #herbariumamboinense #amboinsche #rariteitkamer