Cerita Sinbad dimulai pada masa perdagangan di era Bani Abbasiyah, kekhalifahan kedua Islam yang berkuasa di Baghdad. Salah satu pedagang Arab yang diduga kuat menjadi pemicu munculnya karakter Sinbad adalah Sulaiman AI Tajir, pedagang dari kota Siraf, pesisir Teluk Persia, Selat Hormuz. Dari wilayah Siraf, berbagai komoditas, termasuk rempah dikirim ke Arab Selatan dan Afrika Timur. Catatan Sulaiman AI Tajir ini juga menjadi penting dalam mengungkap bukti keberadaan bangsa Arab yang melintasi perairan Belitung, ditandai dengan penemuan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) berupa kapal dhow yang berlayar dari Muscat, Oman ke Cina dan tenggelam di Belitung.

Dalam cerita aslinya, Sinbad berkeinginan untuk menjadi orang kaya. Untuk menggapai cita-citanya, ia menjadi pelaut yang berkelana mengarungi samudera, melawan berbagai monster laut dan badai, serta berdagang. Melalui berbagai petualangan, pada akhirnya ia menyadari bahwa perjuangan menjadi kaya tidaklah semudah yang ia bayangkan. Ia diceritakan sebagai pelaut yang tangguh dan beruntung karena berhasil melepaskan diri dari ganasnya samudera sebanyak 7 kali.

Kisah Sinbad menginspirasi berbagai petualang, pedagang, sekaligus pelaut di era selanjutnya, seperti Ibnu Batutah, Ibnu Majid, dan lainnya.


Sumber:

Khakzad, Sorna. (2014). Maritime Aspects of Medieval Siraf, Iran: A Pilot Project for the Investigation of Coastal and
Underwater Archaeological Remains

Krahl, Regina. (2010). Shipwrecked: Tang Treasures and Monsoon Winds. Singapore:
Smithsonian Institution

Momjunction. (2019). 7 Fantastic Voyages of Sinbad, the Sailor' Story

#penjelajahrempah #parapenjelajahrempah #dongeng #negerirempah #jalurrempah #rempahrempah #rempahnusantara #spicerouteid #spiceroute #sinbad