Sebuah catatan harian Tiongkok menceritakan perjalanan bhiksu Buddha, I-Tsing pada tahun 671 M dengan menumpang kapal Po-sse dari Kanton ke arah selatan, yaitu ke Fo-shih (Sriwijaya). Catatan harian itu mengindikasikan kehadiran orang-orang Persia di bandar-bandar di pesisir laut Tiongkok Selatan dan Nusantara.

Hubungan pelayaran dan perdagangan antara Persia dan Sriwijaya rupanya dibarengi dengan hubungan persahabatan di antara kerajaan-kerajaan di kawasan yang berhubungan dagang. Hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa surat dari Maharaja Sriwijaya yang dikirim melalui utusan kepada Khalifah Umar ibn 'Abd. Al-Aziz (717-720 M), salah satunya membicarakan mengenai pemberian hadiah sebagai tanda persahabatan.


Bukti-bukti arkeologis yang mengindikasikan kehadiran pedagang Po-sse di Nusantara adalah dengan berbagai penemuan artefak dati gelas dan kaca berbentuk vas, botol, dan lainnya. Dari Nusantara, para pedagang Po-sse membawa hasil hutan berupa kemenyan dan kapur barus.

Foto: Pixabay

Ilustrasi: National Geographic

Sumber:

Syukur, Y., Kumoratih, D., Nugraha, I., Kushardjanto, B., dan Wanastri, P. (2018). Kisah Negeri-Negeri di Bawah Angin. Jakarta: Yayasan Negeri Rempah

#penjelajahrempah #parapenjelajahrempah #negerirempah #jalurrempah #rempahrempah #rempahnusantara #spicerouteid #spiceroute #itsing #yjing #sriwijaya