Yuk, perkaya perbendaharaan rasa kita dengan aneka jamuan kaya rempah dari berbagai daerah di Nusantara!
Pada pesta pernikahan adat Sumatera Utara, arsik tersaji bagi pasangan mempelai, disertai dengan iringan doa dan ucapan syukur. Arsik juga disajikan sebelum anak merantau, disertai dengan harapan bahwa kehidupannya di perantauan akan berhasil.
Jumlah ikan arsik yang disajikan pun juga memiliki arti tersendiri. Satu ekor untuk pasangan yang baru menikah, tiga ekor untuk pasangan suami istri yang baru saja mempunyai anak, lima ekor untuk orang tua yang sudah mempunyai cucu, dan tujuh ekor untuk pemimpin atau tetua Batak.
Arsik dapat menggunakan berbagai bahan protein, seperti ikan kembung, kakap, hingga daging babi. Klasiknya, arsik menggunakan ikan mas yang tidak dibuang sisiknya.
Andaliman menjadi rempah andalan yang tidak boleh dilupakan ketika membuat arsik. Rasa pedas menyengat yang dihasilkannya tidak dapat digantikan oleh bahan pedas lainnya, seperti cabai atau lada. Rasa kelu, getir, atau 'mangintir' di lidah merupakan ciri khas utamanya, berasal dari kandungan hydroxy alpha sanshool.
Rempah lainnya yang digunakan untuk arsik meliputi kemiri, asam cikala, asam gelugur, daun jeruk, daun salam, lengkuas, serai, bawang batak (lokio), jeruk nipis, dan cabai.
Foto: Go Wisata Sumatera
Sumber:
Taman Eden 100 | Bobo. (2017). Sedapnya Ikan Arsik Masakan Khas Batak | Indonesia.go (2019). Arsik Ikan Mas, Kuliner Batak yang Melegenda