Pada Maret 2021 lalu, Provinsi Sumatera Utara memulai ekspor andaliman ke wilayah Jerman. Sebanyak 574 kilogram andaliman milik CV SZT berhasil diekspor pada tahap perdana ini, dengan nilai mencapai 431 juta rupiah. Kegiatan ini sejalan dengan Badan Karantina Pertanian (di bawah Kementerian Pertanian), di mana ragam komoditas dan destinasi tujuan ekspor baru menjadi fokus utama tahun ini.

Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian Belawan membantu memfasilitasi sertifikasi ekspor bumbu rempah khas Sumatera Utara ini sesuai persyaratan yang ditentukan wilayah tujuan. Ke depan, untuk meningkatkan nilai jual, andaliman akan diolah dahulu minimal hingga setengah jadi sebelum diekspor.

Dijuluki sebagai 'merica batak', andaliman merupakan tanaman endemik khas Sumatera Utara yang berbentuk bulat kecil, berwarna hijau segar, dan terasa pedas. Rasa kelu, getir, atau 'mangintir' di lidah merupakan ciri khas utamanya, berasal dari kandungan hydroxy alpha sanshool. Rempah ini menjadi bahan esensial dalam kuliner Batak, serta juga digunakan dalam kuliner Asia Timur dan Asia Selatan.

Sumber: Kementerian Pertanian