Memasuki masa pandemi COVID-19, kita jadi sering mendengar istilah antiseptik. Antiseptik dikatikan dengan asepsis, yaitu sebuah keadaan dimana tidak ada kontak dengan bakteri, virus, maupun mikroorganisme lainnya.
Antiseptik sering disamakan dengan disinfektan, padahal keduanya berbeda. Antiseptik umumnya membantu menghambat perkembangan mikroorganisme yang ada di dalam tubuh, sedangkan disinfektan membantu mencegah menempelnya mikroogranisme pada permukaan barang, seperti perabotan, lantai, dan pakaian. Bila demikian adanya, maka tidak dapat dipungkiri bahwa mengonsumsi rempah secara teratur merupakan sebuah langkah preventif untuk mengatasi berbagai penyakit akibat kehadiran mikroogranisme jahat di dalam tubuh.
Sebagai informasi, seluruh bagian tanaman rempah, seperti kulit kayu, bunga, daun, akar, biji, batang, dan lainnya memiliki kandungan minyak yang dapat disuling menjadi minyak esensial. Setiap rempah memiliki kandungan minyak yang berbeda satu sama lain, bahkan kerap dicampur sehingga menghasilkan formula baru yang unik. Minyak esensial ini dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, termasuk di dalamnya adalah produk antiseptik, meliputi hand sanitizer, cairan pembersih, obat luka atau infeksi, obat kumur, dan sabun.
Sumber:
de Guzman, C.C. dan Siemonsma, J.S. (ed). (1999). Plant Resources of South-East Asia No.13. Spices. Leiden: Backhuys Publishers
Sehatq. (2020). Mengenal Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan untuk Mencegah COVID-19
#negerirempah #jalurrempah #rempahrempah #rempahnusantara #spicerouteid #spiceroute #antiseptik #antiseptic #hygiene #covid19 #covid