Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI), astringen merupakan zat yang menyebabkan pengerutan jaringan, sehingga dapat mengurangi sekresi. Zat ini digunakan sebagai obat luar untuk merawat kulit. Sifat astringen ini dapat ditemukan pada cengkeh, pala, kayu manis, lada, jahe, kunyit, dan lain-lain.

Etanol merupakan zat astringen yang paling umum dimanfaatkan. Etanol menjadi penting karena kerap digunakan dalam membuat oleoresin, campuran resin dan minyak atsiri yang didapat dengan proses ekstraksi. Kandungan oleoresin dapat ditemukan pada krim pengencang kulit.

Ada juga aluminium klorohidrat yang digunakan sebagai antiperspiran yang berfungai untuk mengontrol dan mencegah produksi keringat berlebih dalam tubuh. Dengan kata lain, antipersipran tidak hanya dapat membantu menghentikan keringat, namun sekaligus juga memberi aroma segar. Fungsi ini dimanfaatkan dalam produk deodoran.

Selain itu, juga dikenal THC (tetrahidrocurcuminoid) yang digunakan dalam pembuatan tabir surya, krim untuk melindungi kulit dari paparan UV A dan UV B pada sinar matahari.

Sumber:

de Guzman, C.C. dan Siemonsma, J.S. (ed). (1999). Plant Resources of South-East Asia No.13. Spices. Leiden: Backhuys Publishers

Jayanudin. (2012). Ekstraksi Kulit KayuManis Menjadi Oleoresin Menggunakan Pelarut Etanol

#negerirempah #jalurrempah #rempahrempah #rempahnusantara #spicerouteid #spiceroute #astringen #astringent