Hubungan pelayaran dan perdagangan yang kemudian dilanjutkan dengan hubungan politik, pada masa yang kemudiaan menimbulkan proses islamisasi. Pada abad ke-13 M, muncul kerajaan Islam, Samudera Pasai yang makin mempererat hubungan antara Sumatera dan negara-negara di Arab dan Persia.

Pada pertengahan abad ke-14 M, Ibnu Batutah singgah di Pasai yang pada waktu itu diperintah oleh Sultan Malik al-Zahir. Ahli-ahli tasawuf atau kaum sufi juga berdatangan ke Samudera Pasai. Selain keagamaan, intensitas hubungan perdagangan antara Persia dan kerajaan di Nusantara meningkat, terutama terkait dengan rempah.

Tidak mustahil di beberapa tempat yang dikunjungi pedagang Persia, tinggal dan menetap pula orang-orang Persia. Di tempat ini, timbul juga kontak budaya antar dua budaya yang berbeda.

Foto: telegraph.co.uk

Sumber:

Syukur, Y., Kumoratih, D., Nugraha, I., Kushardjanto, B., dan Wanastri, P. (2018). Kisah Negeri-Negeri di Bawah Angin. Jakarta: Yayasan Negeri Rempah

#penjelajahrempah #parapenjelajahrempah #negerirempah #jalurrempah #rempahrempah #rempahnusantara #spicerouteid #spiceroute #ibnubatutah #ibnbattuta