Yuk, perkaya perbendaharaan rasa kita dengan aneka jamuan kaya rempah dari berbagai daerah di Nusantara!
Kata 'angeun' berarti sayur, sedangkan 'lada' berarti pedas. Makanan khas selatan Banten ini merupakan olahan kuah yang menyerupai soto daging. Angeun lada kerap disajikan pada hari raya besar dan acara keluarga.
Ciri khas angeun lada adalah aroma sangat tajam yang dihasilkan dari daun walangan. Daun ini diberi nama 'walangan' karena memiliki aroma menusuk yang mirip dengan serangga walang sangit. Tanaman ini memiliki kandungan minyak atsiri, serta banyak digunakan oleh masyarakat asli pedalaman Baduy untuk mengusir hama padi dengan cara membakarnya di saung huma. Bumbu dan rempah lain yang digunakan meliputi bawangmerah, bawang putih, kemiri, dan kencur.
Secara tradisional, masyarakat Banten menggunakan daging serta jeroan atau tetelan kerbau. Agar lebih banyak orang yang tertarik untuk mencoba kuliner ini, restoran lain pada umumnya beralih menggunakan daging sapi. Masakan ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda sejak 2016 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI.
Foto: Tripzilla
Sumber:
Frangipani Serang | Traveling Yuk. (2018). Yuk Mengenal Angeun Lada, Kuliner Khas Banten yang Jadi Salah Satu Warisan Budaya Tak Benda