Yuk, perkaya perbendaharaan rasa kita dengan aneka jamuan kaya rempah dari berbagai daerah di Nusantara!
Tabu Moitomo, dikenal sebagai kuah hitam atau kuah Bugis. Dalam Bahasa Inggris, lebih dikenal dengan nama 'black beef soup'. Makanan ini memiliki pengaruh dari Arab, Bugis, dan Ternate. Tabu moitomo umumnya disajikan pada acara-acara penting.
Warna gelap pada kuah bukan berasal dari kluwak seperti pada masakan rawon, melainkan berasal dari kelapa parut yang disangrai hingga menjadi coklat, namun tidak sampai gosong. Sekadar informasi tambahan, bahwa kelapa menjadi hal yang penting bagi masyarakat Gorontalo, dibuktikan dengan penamaan berbagai desa yang menggunakan kata 'bongo', kelapa dalam Bahasa Gorontalo.
Tabu Moitomo menggunakan iga dan sengkel sapi. Bumbu dan rempah yang digunakan meliputi daun kemangi, daun bawang, daun jeruk, daun pandan, asam jawa, jeruk nipis, cabai, bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, lengkuas, serai, lada, kemiri, ketumbar, pala, jinten, adas, kapulaga, dan kayu manis.
Dengan total bahan makanan yang mencapai 30-an, maka tentunya terbayang di pikiran kita akan kayanya rasa makanan yang satu ini. Penggunaan rempah yang beragam membantu meningkatkan citarasa, aroma, tekstur, warna, serta kandungan gizi.
Tabu Moitomo juga enak dipadankan dengan burasa (buras) dan sambal sagela. Makanan ini termasuk dalam 'slow and comfort food'. Makanan ini juga menjadi ikon utama Gorontalo sebagai destinasi wisata kuliner yang wajib dikunjungi.
Foto:
Pameran Jalur Rempah 2015 @pinpincahyadi
Sumber: Omar Niode Foundation | Republika. (2015). Semangkuk Tabu Moitomo