Situs Muaro Jambi merupakan bukti bahwa agama Buddha berkembang pesat di Sriwijaya. Posisi Sriwijaya sebagai salah satu pusat ajaran agama Buddha yang diperhitungkan di Asia juga diperkuat dengan kedatangan Atisa Dipankara, putra raja dari Kerajaan Bengal, India tahun 1013 untuk mempelajari agama Buddha dari Dharmakirti, salah seorang pendeta Buddha paling terkenal pada masa itu. la mempelajari Prajnaparamitha, filosofi Buddha tertinggi. Setelah Dharmakirti, Atisa menjadi guru besar Nalanda. la kemudian menjadi tokoh pembaharu agama Buddha di Tibet yang jejak ajarannya masih dapat ditemukan di Tibet sampai sekarang. Abad ke-10 merupakan masa paling makmur bagi Sriwijaya. Tak berlebihan bila Sriwijaya dapat dianggap sebagai negara maritim yang mumpuni di beberapa aspek strategisnya: politik, ekonomi, teknologi, sosial, dan budaya. Pada masa ini, hasil bumi seperti kapur barus, gaharu, cendana, kapulaga, dan gambir tumbuh melimpah.
Foto: buddhazine.com
Sumber:Syukur, Y., Kumoratih, D., Nugraha, I., Kushardjanto, B., dan Wanastri, P. (2018). Kisah Negeri-Negeri di Bawah Angin. Jakarta: Yayasan Negeri Rempah
#penjelajahrempah #parapenjelajahrempah #negerirempah #jalurrempah #rempahrempah #rempahnusantara #spicerouteid #spiceroute #atisadipankara #atisa #atisha #sriwijaya