Seks telah menjadi salah satu kebutuhan dasar dalam kehidupan manusia sejak lampau. Buktinya dapat ditelusuri melalui berbagai peninggalan nenek moyang kita.

Serat Centhini mencatat cara dan pose berhubungan seksual, serta kalender seksual yang berdasar pada budaya Jawa. Kama Tattwa juga menjelaskan cara bersenggama, daerah erotis yang harus dipelajari guna mencapai orgasme, petunjuk melakukan gerakan seks dengan mantra, hingga penggunaan rempah untuk 'gegilutan'.


Dalam berbagai kepercayaan, seks dianggap sebagai ajaran yang mulia dan dilakukan untuk kebaikan. Maka, tergambarlah dalam relief dan arca candi, seperti contohnya Candi Sukuh di Jawa Tengah.

Penggunaan ragam tumbuhan sebagai afrodisiak, bahan yang dapat merangsang daya seksual, juga ikut diturunkan dari generasi ke generasi. Secara kultural, pengetahuan mengenai makanan yang dianggap berkhasiat karena rupa dan bentuknya dianggap analog dengan organ tubuh manusia digolongkan ke dalam folklor bukan lisan.

Penasaran dengan ragam rempah afrodisiak? Simak selengkapnya dalam infografik berikut!

Data: Dr. Jajang Gunawijaya dalam ASAFF 2020 | Prof. Dr. IBG Yudha Triguna dalam IFSR 2019 | Pameran Rempah & Kita, Negeri Rempah 2017

Foto: (berbagai sumber)

#negerirempah #jalurrempah #rempah #rempahrempah #rempahnusantara #spice #spiceroute #spicerouteid #rempahdanseks #rempahseks #rempahseksual #afrodisiak #afrodisiac #seratcenthini #kamatattwa #candisukuh #gegilutan