Selasa, 21 September 2021

15.00- 17.00 WIB 

 

Pembicara: 

  1. Andrea Acri Ph.D (Italia) (Ecole Pratique des Hautes Etudes, France)
  2. Jiri Jaki Ph.D (Heidelberg University, Germany)
  3. Maulana Ibrahim Ph.D (Universitas Khairun, Ternate, Indonesia)
  4. Dicky A.S. Soeria Atmadja (Center of Remote Sensing, Bandung Institute of Technology, Indonesia)

Moderator:  Sidi Rana Menggala (Ghent University, Belgium)

 

Jalur Rempah tidak sebatas membicarakan Jalur perdagangan Rempah atau kawasan Indonesia saja. Andrea Acri menggunakan perspektif angin monsun Asia untuk melihat Jalur Rempah lebih luas lagi, bahkan melebihi Asia Tenggara. Pandangan bahwa dunia terpisahkan berdasarkan regionalnya masing-masing adalah suatu hal yang baru, karena di zaman dahulu berbagai kawasan telah terhubung, salah satunya berkat angin monsun. Dampaknya adalah keragaman bahasa dan bahkan populasi manusia terawal di berbagai kawasan, seperti Jawa atau Aborigin. Salah satu daerah yang tertua memiliki hubungan dengan Asia Tenggara adalah India. 

Di zaman kolonial, penyebaran komoditas mulai dijalankan di darat, terutama melalui rel. Seperti dikemukakan Dicky A.S. Soeria Atmadja, perkebunan di Jawa memiliki jaringan rel tertua kedua di Asia, setelah India yang jaringan relnya dibangun kolonial Inggris. Tidak hanya komoditas, tetapi telegraf juga disebarkan melalui jaringan rel ini. Bahkan terdapat kehadiran pemakaman prajurit Nazi di Bandung karena menjadi sentra komoditas karet untuk keperluan militer mereka. Meski banyak yang sudah terbengkalai, banyak juga jaringan rel yang masih berfungsi, baik untuk transportasi maupun pariwisata. 

Menarik pula untuk melihat kondisi terkini ini di pulau rempah itu sendiri, Ternate. Maulana Ibrahim menceritakan upaya untuk menjaga kekayaan budaya oleh pemerintah daerah maupun komunitas di Ternate. Kekayaan budaya tersebut disokong oleh pariwisata alam, festival, dan sukarelawan. Bentuknya di antaranya adalah Jelajah Pusaka Tongole, Festival Pusaka Ternate, dan kegiatan seperti bercerita untuk mengingatkan sejarah Ternate.