Kamis, 23 September 2021
12.30- 14.00 WIB
Pembicara:
Moderator: Eko Nurseto, M.Si. (Parti Gastronomi / Universitas Padjadjaran)
Penutur Austronesia terkenal dengan pelayarannya. James Fox menjelaskan bahwa dengan pelayarannya, Austronesia mencari berbagai komoditas seperti kayu manis, lada, padi, dan kelapa dan turut mendistribusikannya ke berbagai daerah pula. Arah pelayaran orang Austronesia mengikuti pergerakan arus laut maupun sungai. Telaah terhadap bahasa Austronesia membuktikan pentingnya pelayaran bagi mereka yang dianggap sebagai jalan hidup mereka, sesuatu yang bernilai spiritual. Dari telaah bahasa tersebut pula didapatkan bahwa walaupun pelayaran amat penting bagi orang Austronesia, mereka juga tertarik dengan cocok tanam. Bahkan dalam majas mengenai kehidupan mereka, mereka menggunakan pohon, untuk menggambarkan perkembangan hidup dan kedudukannya.
Pelayaran menentukan kedudukan suatu kaum dalam masyarakat, misalnya di Kepulauan Kei seperti dijelaskan oleh Dedi S. Adhuri. Kedudukan kelompok di Kepulauan Kei didasarkan pada asal-usul mereka, termasuk yang datang dengan berlayar ke Kepulauan Kei yang disebut dengan Mel. Kelompok masyarakat lain adalah Tuan Tan dan Ren yang dianggap sebagai orang asli Kepulauan Kei berdasarkan legenda. Asal-usul sebagai pendatang ini juga muncul di berbagai mitologi suku lainnya yang masih termasuk Austronesia, seperti Toraja dan Bugis yang meyakini asal-usulnya sebagai pendatang dari langit.