Rabu, 22 September 2021

14.30- 16.00 WIB 

 

Pembicara: 

  1. Yanuardi Syukur M.Si. (Rumah Produktif Indonesia)
  2. Kaisar Akhir, M.Sc. (Maritim Muda Nusantara)
  3. Adin Khairudin, M.Si. (Grobak Hysteria)
  4. Dr. Tjahjo Suprayogo (Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca)

Moderator: Robby Sunata (Sahabat Cagar Budaya Palembang / Yayasan Negeri Rempah)

 

Fondasi penting pengembangan Jalur Rempah adalah merangkul berbagai komunitas yang ada di berbagai titik di Jalur Rempah. Komunitas yang perlu dirangkul termasuk komunitas yang mengurus peningkatan literasi, karena literasi juga dapat berguna untuk memperkenalkan Jalur Rempah. Salah satunya adalah Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB). Menurut Tjahjo Suprayogo, pengembangan literasi terlalu fokus pada target dari World Economic Forum yakni literasi baca tulis; literasi sains; literasi numerasi; literasi finansial; literasi budaya & kewargaan; dan literasi digital. GPMB selain mengembangkan minat baca, juga berusaha melihat konteks masyarakat setempat yang perlu literasi lain, misalnya literasi lingkungan, sosial, pendidikan, bahari, kesehatan, al-Qur’an (bagi yang muslim), dan terakhir adalah rempah. 

Yanuardi Syukur dengan komunitas Rumah Produktif Indonesia berusaha membangun "budaya ilmu" yang juga akan berguna mengembangkan Jalur Rempah berbasis keilmuan dan lintas bidang keilmuan. Adin Khairudin menjelaskan bahwa Jalur Rempah harus dibangun dengan dialog antara pemerintah dan komunitas-komunitas ini agar masyarakat lebih dahulu paham pentingnya Jalur Rempah. Salah satu dasarnya adalah di bidang pendidikan atau literasi, agar program lain juga dapat lebih mudah diperkenalkan.