Kamis, 24 September 2020
12.30 – 13.55 WIB
Pembicara:
1. Dr. Hardadi Airlangga (Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang / Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama)
2. Sri Astutik, M.Si. (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)
Moderator: Dr. Tjahjo Suprajogo, M. Si. (Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca)
Salah satu produk olahan rempah yang bisa jadi unggulan adalah jamu. Sri Astutik menerangkan potensi rempah, seperti jahe dan kunyit, untuk kesehatan. Potensi ini dapat membuat jahe dan kunyit jadi komoditas yang bahkan dapat diekspor. Namun untuk dapat mewujudkannya, perlu menjaga nilai produk agar bisa dipasarkan sampai internasional, salah satunya melalui skema insentif untuk petani.
Dr. Hardadi Airlangga mencontohkan jamu sebagai pemanfaatan potensi kesehatan dari rempah. Jamu adalah zat pembantu yang dapat mencegah dan memelihara kondisi tubuh, bukan mengobati penyakit. Namun dengan melakukan penelitian ilmiah terhadap jamu, nilai jamu dapat bertambah. Peluang ini harusnya bisa dimanfaatkan oleh Indonesia dengan menjadikan jamu sebagai produk olahan rempah unggulan yang dihasilkan Indonesia. Jamu di Indonesia tidak hanya produknya, tetapi juga nilai-nilai moral, nilai etika, dari cara menanam, dan cara proses pengambilan zat daun yang akan menambah nilai jamu sebagai produk.